Rabu, 04 Agustus 2010

the creator: intuitively creative

karya dasarnya (gambar manual terus scan):


nah setelah diproses:

design di atas adalah design buat acara kampus saya, namanya Psychocinema Festival, acara festival film gitu. ini saya ajukan buat design proposal sponsorshipnya. haha deadline memberi pengaruh yang baik sekali lagi hahaha. tema designnya adalah the creator, hmm males jelasinnya ahaha, ya intinya karakternya intuitively creative ho ho (penyimpulan subjektif). semoga diapprove, kalo engga ya saya siap nyambi jadi anak DKV lagi hahaha. andai di psikologi dapet mata kuliah psikologi design bleh pasti menyenangkan sekali itu!

Minggu, 01 Agustus 2010

apa yang paling menyenangkan dari liburan kali ini?

  • bersama mereka

Sabtu, 31 Juli 2010

sedang berkaca

sepatah dua patah kata dan senyum
sedikit banyak suara dan tatapan
sesederhana itu bersama gelak tawa

tak perlu bulan dan taburan bintang
tak perlu matahari dan langit biru

terucapkan kata, terlukiskan senyum
terekamlah suara, terkenanglah tatapan

refleksi memantul dengan cantiknya
Aku oleh mereka
lengkapi sebuah kontempolasi

malam ini, disini, berkaca.

Minggu, 18 Juli 2010

disonansi

silau.
entah mengapa jadi terlalu terik
rasanya aku merindukan gelap

ah entah lebih baik terik atau gelap

Kamis, 13 Mei 2010

inovasi tanpa konservasi

Hari ini saya ga masuk kuliah, hari ini adalah kuliah dengan tingkat kerawanan cobaan paling tinggi, kalau ga ada penghambat yang cukup signifikan untuk mengalahkan rasa malas, berat sekali rasanya untuk berangkat kuliah hahahaha. Tampaknya hari ini saya tidak menenmukan penghambat itu, jadilah saya tidak kuliah. A little escape always good for me he he. Sebelum rapat nanti sore, saya memutuskan untuk bersantai ria dengan membaca buku dan menggambar.

Oke sedikit cerita dibalik gambar ini, beberapa waktu yang lalu saya menyaksikan sebuah acara televisi berjudul "Mother Earth Speaks" di sebuah stasiun televisi swasta, dan minggu lalu saya menonton sebuah film yang dibintangi oleh Denzel Washington yang berjudul "The Book of Eli". Ada 2 pernyataan penting yang masing-masing saya dapatkan dari acara dan film tersebut:

  1. Seorang sekolah dasar yang diwawancara mengatakan, "it's because of inovation without conservation.."
  2. Pernyataan dari tokoh utama yang mengatakan, "waktu itu kami hidup di zaman saat semuanya melimpah dan tersedia, sehingga kami tidak tau yang mana yang penting dan tidak?"
Pengucapannya ga tepat seperti itu, tapi intinya kira-kira begitu. Kehebatan manusia begitu hebat sehingga kadang menjadi sangat mengerikan dan akhirnya menghancurkan dirinya sendiri. Kekuatan dan kekuasaan manusia membuat manusia lupa batas, merasa dirinya tak dapat lagi dibatasi. Merasa makhluk paling mulia, membuatnya merasa terlalu percaya diri bahwa segala yang ada sekarang akan terus ada demi mereka. Kenyataannya tidak seindah harapan itu. Alam selamanya tidak akan pernah menjadi budak manusia, sayangnya manusia tidak menyadarinya karena telah mendapat gelar makhluk paling mulia.

Kesombongan telah menutup mata manusia, padahal alam sudah berusaha untuk berkomunikasi sampai-sampai alam pun akhirnya menangis. Saya berharap kita sebagai manusia masih punya cukup waktu untuk memperbaikinya dan meminta maaf atas segala kesombongan itu. Di satu sisi saya sadar meminta maaf adalah sesuatu yang sulit, tapi semoga masih cukup waktu bagi saya belajar untuk meminta maaf kepada alam yang sudah terlalu baik ini.

Kamis, 06 Mei 2010

Bertanya kepada Tuhan

Tuhan siapakah Engkau?
Ya aku bertanya siapa Engkau, yang katanya sang maha kuasa dan maha adil itu.

Tuhan, siapakah yang manusia maksud ketika Tuhan disebut saat membenci manusia lainnya?
Tuhan, siapakah yang manusia maksud ketika Tuhan disebut saat merendahkan manusia lainnya?
Tuhan, siapakah yang manusia maksud ketika Tuhan disebut saat mematikan manusia lainnya?

Jika Engkau maha adil, mengapa manusia membunuh karena Engkau?
Jika Engkau maha adil, mengapa manusia membenci karena Engkau?
Jika Engkau maha adil, mengapa manusia bermusuhan karena Engkau?

Jika Engkau maha kuasa, mengapa manusia yang membelaMu dengan sumpah serapah?
Jika Engkau maha kuasa, mengapa manusia yang membelaMu dengan senjata pembunuh?
Jika Engkau maha kuasa, mengapa manusia yang membelaMu dengan penindasan?

Aku sedih. Bolehkah aku bersedih?
Siapakah yang manusia maksud ketika mereka menyebutMu dan memanggilMu, Tuhan?


senja... putih, biru dan jingga
ketika aku bertanya kepada Sang Khalik.