Sabtu, 31 Juli 2010

sedang berkaca

sepatah dua patah kata dan senyum
sedikit banyak suara dan tatapan
sesederhana itu bersama gelak tawa

tak perlu bulan dan taburan bintang
tak perlu matahari dan langit biru

terucapkan kata, terlukiskan senyum
terekamlah suara, terkenanglah tatapan

refleksi memantul dengan cantiknya
Aku oleh mereka
lengkapi sebuah kontempolasi

malam ini, disini, berkaca.

Minggu, 18 Juli 2010

disonansi

silau.
entah mengapa jadi terlalu terik
rasanya aku merindukan gelap

ah entah lebih baik terik atau gelap

Kamis, 13 Mei 2010

inovasi tanpa konservasi

Hari ini saya ga masuk kuliah, hari ini adalah kuliah dengan tingkat kerawanan cobaan paling tinggi, kalau ga ada penghambat yang cukup signifikan untuk mengalahkan rasa malas, berat sekali rasanya untuk berangkat kuliah hahahaha. Tampaknya hari ini saya tidak menenmukan penghambat itu, jadilah saya tidak kuliah. A little escape always good for me he he. Sebelum rapat nanti sore, saya memutuskan untuk bersantai ria dengan membaca buku dan menggambar.

Oke sedikit cerita dibalik gambar ini, beberapa waktu yang lalu saya menyaksikan sebuah acara televisi berjudul "Mother Earth Speaks" di sebuah stasiun televisi swasta, dan minggu lalu saya menonton sebuah film yang dibintangi oleh Denzel Washington yang berjudul "The Book of Eli". Ada 2 pernyataan penting yang masing-masing saya dapatkan dari acara dan film tersebut:

  1. Seorang sekolah dasar yang diwawancara mengatakan, "it's because of inovation without conservation.."
  2. Pernyataan dari tokoh utama yang mengatakan, "waktu itu kami hidup di zaman saat semuanya melimpah dan tersedia, sehingga kami tidak tau yang mana yang penting dan tidak?"
Pengucapannya ga tepat seperti itu, tapi intinya kira-kira begitu. Kehebatan manusia begitu hebat sehingga kadang menjadi sangat mengerikan dan akhirnya menghancurkan dirinya sendiri. Kekuatan dan kekuasaan manusia membuat manusia lupa batas, merasa dirinya tak dapat lagi dibatasi. Merasa makhluk paling mulia, membuatnya merasa terlalu percaya diri bahwa segala yang ada sekarang akan terus ada demi mereka. Kenyataannya tidak seindah harapan itu. Alam selamanya tidak akan pernah menjadi budak manusia, sayangnya manusia tidak menyadarinya karena telah mendapat gelar makhluk paling mulia.

Kesombongan telah menutup mata manusia, padahal alam sudah berusaha untuk berkomunikasi sampai-sampai alam pun akhirnya menangis. Saya berharap kita sebagai manusia masih punya cukup waktu untuk memperbaikinya dan meminta maaf atas segala kesombongan itu. Di satu sisi saya sadar meminta maaf adalah sesuatu yang sulit, tapi semoga masih cukup waktu bagi saya belajar untuk meminta maaf kepada alam yang sudah terlalu baik ini.

Kamis, 06 Mei 2010

Bertanya kepada Tuhan

Tuhan siapakah Engkau?
Ya aku bertanya siapa Engkau, yang katanya sang maha kuasa dan maha adil itu.

Tuhan, siapakah yang manusia maksud ketika Tuhan disebut saat membenci manusia lainnya?
Tuhan, siapakah yang manusia maksud ketika Tuhan disebut saat merendahkan manusia lainnya?
Tuhan, siapakah yang manusia maksud ketika Tuhan disebut saat mematikan manusia lainnya?

Jika Engkau maha adil, mengapa manusia membunuh karena Engkau?
Jika Engkau maha adil, mengapa manusia membenci karena Engkau?
Jika Engkau maha adil, mengapa manusia bermusuhan karena Engkau?

Jika Engkau maha kuasa, mengapa manusia yang membelaMu dengan sumpah serapah?
Jika Engkau maha kuasa, mengapa manusia yang membelaMu dengan senjata pembunuh?
Jika Engkau maha kuasa, mengapa manusia yang membelaMu dengan penindasan?

Aku sedih. Bolehkah aku bersedih?
Siapakah yang manusia maksud ketika mereka menyebutMu dan memanggilMu, Tuhan?


senja... putih, biru dan jingga
ketika aku bertanya kepada Sang Khalik.

Jumat, 02 April 2010

saya sedang mengeluh!

Haduh! Saya sering risih deh sama orang-orang yang suka sok nahan sakit dengan alasan tidak mau membuat repot orang lain. Menurut saya itu tidak masuk akal, karena ketika dia menahan sakit terus sakitnya itu tidak tidak diobati pastinya malah makin parah, tentunya malah akan menyulitkan orang lain, bukan? Sakit ya sakit, tangani dengan baik, bukan sok-sok ditahan tapi ngeluh ke orang lain, disuruh obatin ga mau, ya saya harus apa? Tidak ada gunanya juga kan saya ngomong "uuh kasian", "yang sabar ya".. tidak bisa sembuh juga penyakitnya.

Saya juga risih deh sama orang-orang yang mau sakit-sakitan cuma buat KURUS! padahal jelas-jelas tulang-tulang ditubuhnya udah muncul di mana-mana. Lalu, ketika jatuh sakit masih pretend kalo penyakitnya bukan gara-gara masalah makannya, jelas-jelas penyakitnya penyakit lambung. Saya tidak menentang diet, menurut saya itu baik-baik aja, tapi diet itu ada aturannya, diet itu bukannya tidak makan apa-apa. Ih kasian banget udah dikasih makan berlimpah malah tidak dimakan, padahal banyak yang sampai mengais-ngais di tong sampah buat cari sisa makanan. Saya saja yang makannya banyak ini, sudah sangat berdosa dengan terkadang tidak memakan yang makanan yang mama saya udah beliin. Mau kurus terus tidak makan apa-apa?? Jelas-jelas makhluk hidup butuh makanan. Kalau seperti ini saya jadi sebal dengan stereotype perempuan cantik yang selalu ditampilkan oleh media, rambut berkilau tanpa kusut, wajah mulus tanpa noda, tubuh singset, berpakaian sangat feminim dan modis. Jelas-jelas semua yang ditampilkan media itu bisa saja hasil edit sana-sini, bukan? Cantik tapi tidak bahagia, buat apa?

Saat ini saya hanya teringat kata-kata dosen saya, yang intinya kira-kira begini, "no one cares about your life in this world, you're the one who has the responsibility to take care of your own life." Menurut saya ini tepat sekali, memang terdengar sinis dan pesimis, tapi menurut saya tidak selamanya kita bisa berlemah-lemah meminta perhatian pada orang lain, sebelum melihat ke orang lain lebih baik lihat ke dalam diri sendiri dulu, bukan? Jika kita sendiri tidak peduli dengan diri kita, bagaimana orang lain bisa jadi peduli. Jika hal tersebut hanya terjadi sesekali mungkin saja kita akan mendapat perhatian, tapi kalau berulang kali?


Tidak berarti saya paling benar, lihat saja judulnya, saya hanya sedang mengeluh...

Kamis, 11 Maret 2010

a new perspective


hmm kemaren bosen banget di kelas yang namanya konstruksi tes, bleh ga menarik kan judul kuliahnya. terus rasa-rasanya udah lama banget saya ga nyoret-nyoret buku, hahahaha ya maklum kemaren ga ikut semester padat jadilah saya libur 3 bulan hoho. yup saya nyoret-nyoret biasanya di dalem kelas sebagain bentuk pelarian saya entah dari rasa ngantuk, bosen ato ya emang lagi ingin menggoreskan sesuatu.

gambar ini bisa tercipta sebagai dampak dari banyaknya hal-hal yang baru dan sangat menarik nan menawan hati saya yang temui akhir-akhir ini. hmm lagi banyak dapet insight, serasa saya punya jendela baru dan rasanya makin luas range gue untuk memandang sesuatu. saya sangat bersyukur karena saya rasa ini terjadi sebagai akibat dari keputusan yang saya buat beberapa bulan lalu, hmm it feels so great. hmm sebenernya masih lumayan banyak yang mau saya utarain tentang gambar ini, tapi besok aja kali ya. hehe sekarang ini ada hal lain yang harus saya pikirin, hahaha andai Anda tau saya mau mikirin buat apa. :D